Antara Teman Dan Cerpen Terbaik

Bismillah,

Bagaimana jadinya bila seseorang memiliki potensi luar biasa di bidang tulis novel, namun belum bisa menulis cerpen?

Ya ... saya tidak bisa bilang apa-apa selain "Wow." Saya tidak salah mengucapkan kata itu. Saya ingin cerita sedikit tentang teman saya. Teman perempuan saya itu bisa dibilang jago menulis naskah novel. Tapi dia super malas kalau naskahnya jelek (sama seperti saya). Kalau dia disuruh pilih mau tulis naskah novel atau naskah cerpen, dia akan menjawabnya cepat. "Novel." Dia tidak mau cari resiko.

Pasalnya, teman saya ini menganggap kalau novel itu sulit, sedangkan cerpen itu lebih sulit. Kenapa? Itu pertanyaan saya pertamakali saat mendengarnya berargumentasi. Karena cerpen itu singkatan dari cerita pendek, yang namanya cerita pendek sudah pasti memerlukan alur yang pendek pula. Cerita pendek mungkin menyulitkan para penulis yang sudah ahli dan terbiasa dengan alur panjang, walaupun sebagian lain beranggap kebalikannya.

Teman saya juga memiliki hobi yang sama seperti saya -- membaca dan menulis novel. Tapi siapa yang tahu kalau dia berhasil memenangkan lomba cipta cerpen di sekolah kami? Ya, dia berhasil menyabet tingkat dua. Itu sudah lumayan membuat saya berkerut kening. Aneh.

Bisa saya ulur kembali kalimat tadi, Kalau dia disuruh pilih mau tulis naskah novel atau naskah cerpen, dia akan menjawabnya cepat. "Novel." Dia tidak mau cari resiko. Dan sekarang dia menghilangkan resiko tersebut. Wah, saya sungguh beruntung punya teman sepertinya. Subhanallah. Dia begitu banyak menginspirasi hidup saya, bahkan bisa dibilang mengubah 80% hidup saya.

Sekian saja curhat ambigu dari saya, terimakasih telah membaca^^
Gambar : @bookstagramfeatures

Salam anak Indonesia!
.
.
.
Didedikasikan untuk teman teraneh, terlucu, dan ter- ter- lainnya,

Nury

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poetry

Antara Novel Dan Risetnya