Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Poetry

Bismillah, Tutur katamu mencerminkan sikapmu Tiada daya tuk merebahkan jiwa di ujung kayu Mungkin, cinta memang tak selamanya berujung pilu Mungkin, dirimu terus merutuk dan meratapi kesenduanmu Tapi ingatlah ada yang selalu menemanimu Dikala sunyi, remuk, kaku Siapakah itu? Aku pun tak tahu Yakinkan, kuatkan Buktikan, torehkan Kepada Pencipta Karena itulah kau berani hidup Tunjukkan pada Sang Illahi Jiwamu ada di sisi pelangi dunia ini Bersama teman, hidupmu berarti p.s. Didedikasikan untuk Mayasafira Tenanglah, mungkin kita ditakdirkan begini, dan kelak bertemu kembali Salam hangat, rindu, duka nestapa, dan sayang Np

Antara Novel Dan Risetnya

Bismillah, Apa yang teman-teman pikirkan setelah melihat sekilas judulnya? Semua penulis pasti tahu, kan, kalau alur cerita butuh riset? Itu yang akan saya bahas kali ini. Tidak banyak, hanya sekadar mengisi waktu luang teman-teman dan saya sendiri. Terciptanya sebuah rentetan alur cerita adalah dengan segelintir inspirasi yang seakan muncul begitu saja di otak kita. Mungkin sebagian inspirasi tersebut akan langsung mengutarakan sebuah ide-ide yang akan naik tahap menjadi sebuah alur utuh. Tapi bisa saja sebagian lainnya akan tetap bertahan di otak dan mengendap menjadi sebuah ingatan entah itu ingatan baik atau buruk (hehe, itu pendapat teraneh saya). Itu bisa saja terjadi. Pasalnya setelah kita benar-benar greget ingin membuat cepat-cepat sebuah cerita, tiba-tiba muncul pikiran lain yang memotong niat kita begitu saja. Begitu saja, ya, seperti pisau. Kan kesel? Jadi kita melupakan niat kita -- yang tadi sudah mantap -- untuk membuat cerita. Nah, di sinilah kita butuh yang namany...