Postingan

Menampilkan postingan dengan label belajar

Poetry

Bismillah, Tutur katamu mencerminkan sikapmu Tiada daya tuk merebahkan jiwa di ujung kayu Mungkin, cinta memang tak selamanya berujung pilu Mungkin, dirimu terus merutuk dan meratapi kesenduanmu Tapi ingatlah ada yang selalu menemanimu Dikala sunyi, remuk, kaku Siapakah itu? Aku pun tak tahu Yakinkan, kuatkan Buktikan, torehkan Kepada Pencipta Karena itulah kau berani hidup Tunjukkan pada Sang Illahi Jiwamu ada di sisi pelangi dunia ini Bersama teman, hidupmu berarti p.s. Didedikasikan untuk Mayasafira Tenanglah, mungkin kita ditakdirkan begini, dan kelak bertemu kembali Salam hangat, rindu, duka nestapa, dan sayang Np

Antara Novel Dan Risetnya

Bismillah, Apa yang teman-teman pikirkan setelah melihat sekilas judulnya? Semua penulis pasti tahu, kan, kalau alur cerita butuh riset? Itu yang akan saya bahas kali ini. Tidak banyak, hanya sekadar mengisi waktu luang teman-teman dan saya sendiri. Terciptanya sebuah rentetan alur cerita adalah dengan segelintir inspirasi yang seakan muncul begitu saja di otak kita. Mungkin sebagian inspirasi tersebut akan langsung mengutarakan sebuah ide-ide yang akan naik tahap menjadi sebuah alur utuh. Tapi bisa saja sebagian lainnya akan tetap bertahan di otak dan mengendap menjadi sebuah ingatan entah itu ingatan baik atau buruk (hehe, itu pendapat teraneh saya). Itu bisa saja terjadi. Pasalnya setelah kita benar-benar greget ingin membuat cepat-cepat sebuah cerita, tiba-tiba muncul pikiran lain yang memotong niat kita begitu saja. Begitu saja, ya, seperti pisau. Kan kesel? Jadi kita melupakan niat kita -- yang tadi sudah mantap -- untuk membuat cerita. Nah, di sinilah kita butuh yang namany...

Antara Teman Dan Cerpen Terbaik

Gambar
Bismillah, Bagaimana jadinya bila seseorang memiliki potensi luar biasa di bidang tulis novel, namun belum bisa menulis cerpen? Ya ... saya tidak bisa bilang apa-apa selain "Wow." Saya tidak salah mengucapkan kata itu. Saya ingin cerita sedikit tentang teman saya. Teman perempuan saya itu bisa dibilang jago menulis naskah novel. Tapi dia super malas kalau naskahnya jelek (sama seperti saya). Kalau dia disuruh pilih mau tulis naskah novel atau naskah cerpen, dia akan menjawabnya cepat. "Novel." Dia tidak mau cari resiko. Pasalnya, teman saya ini menganggap kalau novel itu sulit, sedangkan cerpen itu lebih sulit. Kenapa? Itu pertanyaan saya pertamakali saat mendengarnya berargumentasi. Karena cerpen itu singkatan dari cerita pendek, yang namanya cerita pendek sudah pasti memerlukan alur yang pendek pula. Cerita pendek mungkin menyulitkan para penulis yang sudah ahli dan terbiasa dengan alur panjang, walaupun sebagian lain beranggap kebalikannya. Teman saya juga me...

Antara Remaja Dan Tulisannya

Mungkin salah satu dari kalian ada yang hobinya membaca atau menulis. Masa-masa yang paling pas untuk mengembangkan bakat-bakat itu adalah pada saat kalian beranjak remaja. Ya ... walaupun mungkin salah satu dari kalian juga ada yang sudah mengenal dunia kepenulisan sejak kecil. Tidak ada salahnya. Biasanya para remaja matang sekali mempublikasikan karya-karyanya dalam bentuk cerpen, puisi, hingga novel. Itu bagus, bahkan dianjurkan. Tapi di masa-masa cemerlang ini, banyak remaja yang menulis karya di luar batas usianya. Hal itu sangat disayangkan. Karena istimewa sekali bila karya yang ditulis mereka membangun unsur kecerdasan, kemandirian, dan kesopanan. Terlebih bila sesuatu yang ditulis berisikan moral yang membangun karakter anak bangsa. Bisa saja karya tersebut dikenal se-Indonesia, bahkan sedunia. Kalau sudah begitu, tidak ada ruginya. Siapa yang tidak mau karyanya dikenang khalayak ramai? Atau mungkin karyanya mampu mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik? Nah, itu bon...